05 Juni 2009

Setelah Suramadu, Musi III


Rivai, Palembang Pos.-
Menteri Pekerjaan Umum (PU) RU dipastikan akan menandatangani keputusan penetapan tapak Jembatan Musi III. Namun hal itu baru akan dilakukan, setelah peresmian Jembatan Suramadu, 10 Juni 2009 mendatang.
Demikian ditegaskan Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel, Heri Amalindo, kemarin. Menurut Heri, awalnya 4 direktur dari Departemen PU dan Bappenas akan datang langsung kesini guna meninjau lokasi tapak Jembatan Musi III.
“Selanjutnya hasil peninjauan itu, diserahkan kepada Menteri PU guna dietetapkan. Tapi karena ketiga direktur itu sibuk menjelang peresmian Jembatan Suramadu, 10 Juni mendatang, maka hal itu belum bisa lakukan,’’tegas Heri.
Heri menambahkan, diperkirakan ketiga direktur itu akan datang setelah 10 Juni. “Sehingga bulan ini, Menteri PU dapat menetapkan tapak Jembatan Musi III. Soal letak tapak itu, di dekat Kantor Dinas Tata Kota Palembang, Kuto,’’ ujar Heri.
Heri menambahkan, awalnya ada 2 lokasi yang jadi pilihan kita, yakni di titik JM (Jembatan Musi) 3 B yakni depan Kantor Dinas Tata Kota Palembang dan JM 8 di samping PT Pusri. Dari pertemuan itu, sudah 90 persen tapak Musi III di 3 B yakni Dinas Tata Kota.
Selanjutnya, menurut Heri, hal itu akan dibawa ke investor yang akan mendanai pembangunan jembatan itu, yakni China Road and Bridge Cooperation (CRBC). “Jika investor asal Cina itu oke, maka Insya Allah pada Agustus ini pembangunan Musi III sudah bisa dimulai. Doakan saja,’’ kata Heri.
Heri menambahkan, mengerucutnya lokasi tapak Musi III juga hasil dari turunnya tim pusat mengkaji lokasi mana yang paling dianggap tepat, apakah di titik JM (Jembatan Musi) 3 B yakni depan Kantor Dinas Tata Kota Palembang dan JM 8 di samping PT Pusri.
Mengenai anggaran, menurut Heri, masih tetap seperti rencana. Kalaupun nanti ada eskalasi, itu berjalan ke depan. “Dana dianggarkan untuk JM 3B Rp 1,2 triliun, sedang di JM 8 hampir Rp 3 triliun. Kenapa JM 8 lebih besar, karena melalui Pelabuhan Boombaru dan pihak Dishub minta agar ketinggian jembatan minimal 42 meter. Dengan kondisi tinggi jembatan, otomatis jembatannya nanti semakin lebar, makin panjang dan uangnya makin bertambah,’’ paparnya.
Soal pembebasan lahan, lanjut Heri, rencananya tetap dilakukan bertahap, yakni dananya dari sharing kota dan provinsi. “Untuk provinsi, dana kita ambilkan dari APBD perubahan 2009. Investor tetap sama yakni dari Cina, CRBC, yang baru saja membangun Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura),’’ tukas Heri. (war)