01 Mei 2009

Istri tewas dibantai suami


*Dihujami 18 tikaman

Gandus, Palembang Pos.-
Pembunuhan teramat sadis dan tak berbelas kasihan terjadi di Gandus, Kelurahan Karang Anyar, kemarin sekitar pukul 06.30 WIB. Seorang ibu rumah tangga (IRT) beranak satu, Norma (20), warga Kompleks Perumahan Panca Samudera Simpati, Blok D No 11 RT 25/9, tewas mengenaskan dengan 18 tikaman di sekujur tubuhnya.
Ironisnya, pelaku yang menghabisi nyawa korban tak lain suaminya sendiri, Anton Sujarwo (24), buruh pabrik karet PT Panca Samudera. Korban tewas kehabisan darah sebelum mendapat perawatan medis di RS RK Charitas. Belasan tikaman pisau dapur mengenai punggung, dada, mata, tangan, perut dan bagian tubuh lainnya.
Adapun motif tersangka tega menghabisi nyawa istrinya, karena korban mengaku teraniaya dengan keberadaan Nek Ima (60), nenek tersangka yang numpang di rumahnya. Buntutnya, suami-istri ini selalu bertengkar hebat dan korban diusir dari rumah. Sedangkan pelaku sadis, suami korban sudah diamankan warga ke Mapolsek Gandus.
Informasi dihimpun Palembang Pos, sejak menikah tahun lalu korban tinggal di rumah mess pabrik tempat suaminya berkerja. Awal menikah sebelum punya anak satu bernama Andika Pratama (6 bulan), Nek Ima, nenek tersangka (suami korban) numpang serumah dengannya.
Nah, dari sini awal petaka rumah tangga korban mulai retak. Entah masalah apa, nenek tersangka diduga kurang senang dengan korban. Setiap pekerjaan rumah yang dikerjakan korban selalu buah permasalahan. Karena tak kuat menanggung derita, korban menceritakan kegetirannya kepada sang suami. Berharap ada pembelaan dari suami, korban malah dicaci maki. Suaminya malah membentak. “Kalo kau dak senang dengan nenek aku, berarti kau dak senang jugo dengan aku. Kito cerai bae,” bentak tersangka kalau itu.
Seminggu berlalu, biduk rumah tangga korban makin di ujung tanduk. Kamis (30/4), sore pertengkaran hebat kembali terjadi. Korban marah melihat anak dan barang-barangnya dipulangkan suaminya ke rumah orangtuanya di Blok C, masih kawasan mess Panca Samudera.
Pagi yang kelam itu, korban pulang ke rumahnya hendak mengambil gendongan anaknya. Entah siapa duluan yang memulai, korban dan suaminya bertengkar lebih hebat lagi. Diduga sudah kerasukan setan, tersangka (suami korban) mengamuk dan berlari ke dapur mengambil pisau. Korban sedang mencari kain gendoangan anaknya langsung diserang. Tanpa ampun, tanpa belas kasihan dan cinta, tersangka membabi buta membantai istrinya dengan menghujami pisau bertubi-tubi. Tak ayal, sekujur tubuh korban penuh luka berlumuran darah. Dalam kondisi sekarat, korban berteriak minta tolong sembari berlari ke luar rumah.
Karena kondisinya sekarat, korban terjatuh di pinggir jalan dekat Blok A. Warga sekitar yang melihat keadaaan korban langsung membawanya naik motor. Sampai di pinggir jalan besar, korban dimasukkan ke dalam angkot Tangga Buntung dan dibawa ke RS RK Charitas. Karena banyak kehabisan darah, tiba di pintu UGD nyawa korban sudah melayang.
Berselang kemudian datang jajaran Polsek Gandus ke lokasi kejadian. Selanjutnya, tersangka bersama barang bukti pisau dapur yang sempat dibuang ke parit digeladang ke kantor polisi. Kapoltabes Palembang Kombes Pol Drs Luki Hermawan MSi melalui Kapolsek Gandus AKP Sukri A Rivai S Sos SH dan Kanitreskrim Ipda Kasmini Darda SH saat dikonfirmasikan membenarkan adanya kejadian tersebut. (don)