29 April 2009

Sumsel masih bebas flu babi


*Gubernur instruksi perketat pengawasan

Kampus, Palembang Pos.-
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menginstruksikan kepada instansi terkait agar memperketat pintu masuk ke Sumsel guna mengantisipasi masuknya flu babi. Soalnya dengan pengawasan ketat, diharapkan flu babi yang sudah merenggut 150-an nyawa di Meksiko dan AS tidak masuk ke Sumsel.
Demikian ditegaskan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, di Hotel Horison, kemarin. Menurut Alex, flu babi saat ini berjangkit Eropa dan akan banyak bersinggungan dengan Indonesia . “Apalagi saat ini kondisi Singapura mulai juga rawan. Kalau sudah demikian, artinya pintu masuk ke kita sudah terbuka lebar. Oleh karena itu setiap pintu masuk ke kita, harus dijaga ketat,’’ tegas Alex.
Selain itu, menurut Alex, peningkatan kebersihan juga menjadi perhatiannya. “Virus berkembang di daerah yang kotor. Jadi kebersihan lingkungan, khususnya peternakan harus ditingkatkan,’’ jelas Alex.
Sedang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel, H Eppy Mirza menegaskan Sumsel saat ini masih aman dari flu babi. “Konsumsi daging babi disini tidak dominant. Selain itu, dari pengawasan kita dan BBPOM, samoai detik ini belum terindikasi ada flu babi di Sumsel,’’ tegas Eppy.
Untuk mengantisipasi flu babi, lanjut Eppy, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan guna lebih gencar melaksanakan disinfektan terhadap peternakan babi disini. Soal pengawasan daging babi impor? “Sejak flu babi merebak, pihak karantina dan bea cukai melakukan system pengawasan yang ketat. Jika ada indikasi flu babi, akan langsung dimusnahkan. Demikian juga terhadap daging babi yang sudah beredar,’’ papar Eppy.
Artinya Disperindag izinkan impor babi? “Ya seusai arahan pusat impor itu bebas, hanya pengawasannya saja lebih diperketat. Ini terkait pasar bebas. Barang bebas masuk, tapi pengawasan tetap jalan,’’ ujar Eppy.
Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, dr Zoelkarnain Noerdin menambahkan bahwa saat ini tami flu yang dibagikan ke Puskemas stoknya masuk cukup. Hanya saja, lanjutnya, harus dicek lagi kedaluarsanya. “Insya Allah pihak Depkes akan mengirim ulang tami flu. Selama ini setiap Puskemas dapat 2000 tablet tamiflu. Kita harap 250-an Puskesmas disini juga segera mendapat tamiflu itu, guna antisipasi flu babi,’’ papar Zoel.
Zoel menambahkan, gejala flu babi mirip dengan flu burung. “Karena sumber virusnya sama, dari burung ke manusia, ke babi dan ke manusia lagi. Kita harus antisipasi, agar flu babi jangan berjangkit disini. Soalnya penularan nya sangat cepat melalui udara,’’ ungkap Zoel.
Zoel menambahkan, semua pihak harus konsisten mematuhi aturan kebijakan tata ruang kota atau kabupaten. “Jika menurut aturan tata ruang dilarang ada peternakan, ya harus dipindahkan. Bagi yang memperbolehkan, juga harus perketat izinnya. Jangan sampai peternakan dekat dengan pemukiman. Pada saat ternak sakit, akan jadi sumber penyakit,’’ tukas Zoel. (war)