14 Februari 2011

Sriwijaya FC Fokus Poin Penuh


Laga terakhir putaran pertama ISL 2010/2011 akan dilakoni Sriwijaya FC dengan menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (16/02). Meski badai cedera menghantui serta konsentrasi terpecah untuk play off LCA, Laskar Wong Kito tetap mematok kemenangan. “Saya tahu jadwal kompetisi kita sangat padat dan memang sangat melelahkan. Tetapi kita harus ditarget menang,’’ kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev. Dilanjutkan pelatih asal Bulgaria ini, menjamu Persijab, dia tetap akan menurunkan pemain utama. “Persijap tidak patut diremehkan, meski selalu menelan kekalahan pada laga tandang,’’ ujar Kolev. Sedang pelatih Persijab, Suimin Diharja mengakui walau datang ke Palembang hanya dengan 18 pemain, mereka tetap mematok poin. (kie)

Foto: Kiper Ferry Rotinsulu, diandalkan SFC saat menjamu Persijap

Napi Korupsi Dipindah ke Merah Mata


Proses pemindahan narapidana (napi) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pakjo ke Lapas Merah Mata, terus dilakukan. Kemarin, giliran 7 napi kasus korupsi di Sumsel dipindah ke Lapas baru tersebut. Kepala Lapas Klas 1 A Merah Mata, Ilham Djaya BcIp, menyatakan, pemindahan napi korupsi itu tergabung dalam 17 napi umum lainnya yang dipindahkan. “Pemindahan napi untuk kali ini adalah kali keempat. Jumlah napi yang dipindahkan berjumlah 17 orang. Terdiri 7 napi korupsi, dan 10 napi umum. Sehingga sampai saat ini total napi yang sudah dipindahkan 120 orang,” katanya. (riz)

Foto: Proses pemindahan 7 napi kasus korupsi

Rumah Rakit Akan Ditata


Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin memastikan perlu adanya pembenahan wilayah perkotaan tepian Sungai Musi. Soalnya, selama ini masih banyak rumah rakit yang tidak menghadap ke sungai. Alex juga mengakui masih adanya beberapa permasalahan yang mengganjal, diantaranya kesiapan dan kualitas daya tarik wisata yang masih terbatas. Selain itu, dukungan dan keterbatasan fasilitas dan keadaan sungai yang masih perlu perawatan maksimal akibat pencemaran limbah industri dan sampah rumah tangga juga menjadi permasalahan lainnya. Hal ini diungkapkannya saat Seminar dan Workshop Penataan Sungai Tepian Kota yang diselenggarakan oleh lembaga Pengkajian Pengelolaan Ruang (LPPR) Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Yogya di Gedung University Club (UC) Komplek Kampus Universitas Gajah Mada (UGM) Bulaksumur Yogyakarta, Senin (14/2) kemarin. (eri)

Foto: Rumah rakit di Sungai Musi.

Lim Pilih Nomor 4


Gelandang Korea Selatan yang baru direkrut, Lim Junsik akhirnya memilih nomor 4 dalam tim Sriwijaya FC. Lim telah didaftarkan sebagai pemain Sriwijaya FC dan diproyeksikan sebagai tandem Ponaryo Astaman dilini tengah, pada putaran kedua ISL 2010/2011 mendatang. “Lim memilih nomor 4 di Sriwijaya FC. Saya tidak tahu pasti alasannya, tapi sejak awal memang Lim sudah mempertanyakan nomor tersebut,’’ kata Asisten Manajer Sriwijaya FC, Jamaluddin. Sementara pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev menjelaskan Lim memiliki kualitas yang cukup bagus ketika bermain ditengah. “Kemampuannya dalam merebut bola dan mengantisipasi serangan, cukup bagus. Sekarang mungkin hanya butuh latihan bersama pemain-pemain lain agar semakin menyatu,’’ imbuhnya. (kie)

Foto: Lim Junsik saat berlatih di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Senin (14/2).

13 Februari 2011

Heboh, Pisang Berjantung Tiga


Warga Dusun Air Perikan Kelurahan Nendagung, Pagaralam, Sumsel, heboh. Di halaman salah satu rumah warga, Marlis (35), tumbuh pohon pisang yang memiliki jantung tiga buah. Marlis mengatakan, awalnya pohon pisang tumbuh normal dengan satu jantung. Namun belakangan tumbuh diantara beberapa rumpun pohon di bagian pucuk batang cabang dua, hingga akhirnya memiliki dua jantung. Saat ini, belum diketahui persis jenis maupun nama pisang. Tapi bukan jenis pisang gorengan, karena bentuknya menyerupai pisang ambon dan ukurannya hampir sama besar dan rasanya manis.“Kita tetap merawatnya hingga masak, tidak akan ditebang karena unik,” paparnya.(ded)

Foto: Pisang yang berjantung tiga

Datangkan Pemain Korsel Lagi


Sriwijaya FC kembali kedatangan satu pemain asal Korea Selatan untuk menjalani proses seleksi. Pemain tersebut bernama Choi Chan Yang itu, terakhir memperkuat klub elit Korea, Suwon Samsung Bluewings. Dari segi postur, Choi cukup menjanjikan karena memiliki tinggi 182 cm. “Choi ini posisinya gelandang serang, sesuai dengan permintaan Sriwijaya FC. Kalau bagus silahkan dikontrak, tapi kalau tidak, ya dipulangkan,’’ imbuh Eko Surbekti, agen Choi. Sementara pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev mengungkapkan dirinya belum melihat kemampuan Choi sama sekali. “Saya belum lihat kemampuannya, jadi belum ada komentar mengenai kualitasnya. Yang pasti jika pemain tersebut memang sangat bagus, barulah akan dikontrak,’’ katanya. (kie)

Foto: Sriwijaya FC saat menjamu Muangthong belum lama ini.

1.000 Lampion di Pulau Kemaro


Ratusan umat Tridharma serta warga keturunan Tionghoa, Selasa (15/2) malam dipastikan akan memadati Pulau Kemaro untuk merayakan Cap Go Meh. Perayaan hari ke-15 setelah tahun baru Imlek ini, menandakan berakhirnya masa silahturahmi tahun baru. Wakil Ketua Yayasan Pulau Kemaro, Chandra Husin mengatakan, untuk menyemarakkan suasana malam Cap Go Meh, Pulau Kemaro nantinya akan dihiasi dengan 1.000 lampion. “Sebanyak 1.000 lampion itu akan dinyalakan pada malam Cap Go Meh. Ini memang menjadi tradisi dari negeri Tiongkok. Bahkan biasanya kalau Cap Go Meh ini, ada festival lampion,” jelasnya. Untuk memudahkan umat Tridharma atau warga Tionghoa dan wisatawan yang ingin ke Pulau Kemaro, lanjut Chandra, pihaknya sudah memasang ponton sepanjang 200 meter di dermaga Intirub (dekat Pusri) melintasi SungaiMusi. (ika)

Foto: Pengunjung Pulau Kemaro tampak menyeberangi Sungai Musi lewat ponton