15 Mei 2009

Rebutan menteri, duet Mega-Pro alot


JAKARTA - Setelah melalui negosiasi yang cukup alot, PDIP dan Gerindra akhirnya resmi berkoalisi kemarin. Namun, kepastian pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto untuk maju sebagai capres-cawapres di Pilpres 2009 akan diumumkan hari ini. Meski belum final, sinyal pasangan yang disiapkan dengan jargon Mega-Pro itu sudah menemui titik terang.
Hal itu ditunjukkan dari hasil pertemuan terakhir Mega dan Prabowo di Istana Batutulis, Bogor, tadi malam. Mega hadir didampingi sejumlah kader PDIP, sementara Prabowo juga ditemani beberapa fungsionaris Partai Gerindra. Dalam pertemuan tersebut, Mega dan Prabowo sama-sama ngotot maju sebagai capres.
Akibatnya, proses bersatunya kedua pasangan tersebut berlangsung alot. Beberapa kali solusi yang dimunculkan kedua kubu menemui jalan buntu. Selain itu, ada beberapa poin yang belum disepakati oleh kedua pihak. Salah satu poin yang belum final adalah soal pembagian pos menteri koordinator perekonomian.
Menurut sumber koran ini, Gerindra ngotot meminta kursi tersebut. Mereka berharap dengan didapatnya pos menteri itu, visi ekonomi Prabowo akan lebih mudah direalisasikan. Dikonfirmasi terpisah terkait hal itu, fungsioanaris DPP Partai Gerindra menyatakan, alotnya pembicaraan sebenarnya bukan hanya sekadar persoalan bagi-bagi kursi. "Tapi, lebih pada penyamaan visi pemerintahan nantinya," ujarnya.
Menurut mantan politikus PDP itu, Prabowo meminta agar delapan program aksi Gerindra harus dilaksanakan pemerintahan Mega-Prabowo jika terpilih nanti. "Beliau (Prabowo) juga minta jaminan, termasuk perluasan kewenangan wapres nantinya," tambahnya.
Delapan program aksi itu, di antaranya adalah menjadwalkan kembali pembayaran utang luar negeri. Alokasi dana untuk pos tersebut akan dialihkan untuk membiayai program pendidikan, kesehatan, pangan, energi yang murah, serta ramah lingkungan. Selanjutnya, menyelamatkan kekayaan negara untuk menghilangkan kemiskinan. Termasuk, melaksanakan ekonomi kerakyatan sebagai visi ekonomi pemerintahan.
Ada pula agenda untuk memperkuat sektor usaha kecil. Yaitu, dengan memprioritaskan penyaluran kredit perbankan kepada petani, nelayan, dan pedagang kecil. Itu juga sekaligus melarang penyaluran kredit untuk pembangunan apartemen mewah, mal, serta proyek megah lain.
Sejumlah tuntutan tersebut membuat Mega dan fungsionaris lainnya sempat merasa keberatan. "Tapi, semua (pembicaraan, Red) akhirnya berlangsung mulus," ujar Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo. (dyn/iro)

Deklarasi SBY Berbudi disambut demo


BANDUNG- Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY Berbudi) dideklarasikan di gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB Bandung tadi malam (15/5). Rombongan SBY tiba di Sabuga sekitar pukul 19.10, setelah mengadakan pertemuan dengan pimpinan PKS di Hotel Sheraton Bandung.
Kedatangan SBY disambut iringan musik marawis yang dimainkan oleh ibu-ibu berbusana serba putih. Pasangan SBY berbudi mengenakan kemaja motif batik berwarna merah, serta mengenakan peci hitam.
Tampak sejumlah menteri kabinet Indonesia mengisi jajaran kursi depan, mengapit SBY Boediono. Kursi di belakangnya, dipenuhi sejumlah pimpinan partai anggota koalisi dan pimpinan partai nonkoalisi. Sedangkan kursi di atas dipenuhi para ribuan tamu undangan.
Mengawali sambutannya, SBY mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mendukungnya hingga saat ini. Dan ia mengajak masyarakat untuk melanjutkan keberhasilan yang telah ditorehnya selama ini. ’’Saya ini bukan Superman, tapi membutuhkan bantuan orang-orang pekerja keras, profesional dan bersih,’’ ungkapnya.
SBY pun mengungkapkan alasan ia memilih Boediono. Di mata SBY, Boediono merupakan sosok jujur, pekerja keras, konsisten dan bertanggung jawab. ’’Pak Boediono bukanlah tipe orang yang suka gerasak-gerusuk dalam menjalankan tugas, dan bukan orang yang suka mencari muka,’’ ungkapnya.
Sementera itu, Boediono berjanji akan bekerja untuk membuat Indonesia menjadi negara lebih sanggup sehingga rakyat terbebas dari kemiskinan, kesewenangan dan keterpurukan. Dia juga menyatakan siap bekerja mulai hari ini juga. ’’Saya berjanji, saya akan bekerja untuk membuat Indonesia lebih sanggup untuk membebaskan rakyat Indonesia dari kemiskinan, dari kesewenangan dan keterpurukan,’’ ucap guru besar ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) ini mantap.
Semenyata deklarasi SBY -Boediono disambut aksi demo. Mahasiswa menggelar aksi tepat di depan kampus ITB, tepat di pintu masuk menuju Sabuga. Selain berorasi, mahasiswa juga memampangkan berbagai spanduk, di antaranya bertuliskan `Sorry Bung, Ga ada Tempat Buat Politik di Kampus ini, `ITB bukan kendaraan politik` dan `Jangan Jual Belikan Kami!`
Aksi serupa juga digelar ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Bandung Raya dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jabar. Berbekal spanduk dan berbagai poster, mahasiswa menggelar orasi tepat di depan Kebun Binatang, Bandung. Aksi yang dimulai dari pukul 15.00 ini mendapat pengawalan sangat ketat dari pihak keamanan yang disiapkan dalam acara deklarasi. (aol/caf)

Kontraktor dihabisi pejabat KADIN


*Membela istri, ditikam 11 liang

P Kemerdekaan, Palembang Pos.-
Peristiwa berdarah terjadi di dalam Kantor Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Palembang, di Jalan Perintis Kemerdekaan No 220 Kelurahan Lawang Kidul, Ilir Timur (IT) II, kemarin sekitar pukul 11.00 WIB. Seorang kontraktor tewas mandi darah, saat mengantar istrinya yang juga staf KADIN Palembang.
Adalah Syin Taslim (32), warga Jalan Letnan Murod Lorong Famili RT 10/4 Kelurahan Srijaya, Alang-alang Lebar, kontraktor bernasib tragis itu. Bapak 2 anak ini tewas diduga dihujami 11 tikaman oleh Direktur Eksekutif KADIN Palembang, Abdul Najib Umar (53) dan menantunya Raden M Rico Maulana (23), juga office boy (OB) kantor tersebut.
Adapun 11 tikaman tersebut mengenai 4 di dada, 1 ketiak kanan, 2 bahu kanan dan 4 di punggung. Korban tewas kehabisan dalam sebelum tiba di RS Pelabuhan Boom Baru Palembang. Menurut istri korban, Ita (31), suaminya dibunuh gara-gara membelanya saat bertengkar dengan pelaku Najib. Dugaannya, atasannya marah karena kariernya cepat menanjak.
Selain itu, pelaku yang menjabat direktur eksekutif sebentar lagi dicopot alias diganti. Sementara itu 10 jam melarikan diri, sekitar pukul 21.00 WIB semalam kedua tersangka menyerahkan diri ke Mapoltabes Palembang.
Kepada wartawan, tersangka Abdul Najib membantah terlibat dalam pembunuhan korban. Menurut Najib, menantunya lah yang menghabisi nyawa korban.
Sementara, tersangka Raden M Riko Maulana alias Raden (24), yang merupakan menantu tersangka Najib, mengaku khilaf menganiaya korban tersebut karena melihat mertuanya dilempar kursi oleh korban. Kapolsek IT II AKP Arief Rahman Arifin SH SIk saat dikonfirmasikan menyatakan kedua tersangka ikut menikam korban hingga tewas. “Hal itu merupakan keterangan 3 saksi karyawan KADIN yang kita periksa, dan mereka mengakui melihat baik tersangka Abdul Najib maupun Riko ikut melakukan penikaman,’’ tegas Arief. (don/sam)

Reka ulang suami bunuh istri


GANDUS-Kasus pembunuhan teramat sadis dan tak berbelas kasihan, yang menewaskan Nurma bin Mamad (20), warga Pangeran Sidoing (PSI) Kenayan, Perumahan PT Panca Samudera, Blok D No 11 RT 25/9, tewas dibantai suaminya dengan 18 tikaman, kemarin sekitar pukul 09.30 WIB direkontruksi (direka ulang) jajaran Mapolsek Gandus, dipimpin langsung AKP Sukri A Rivai S Sos SH dan Ipda Kasmini Darda SH.
Rekontruksi yang menghadirkan tersangka Anton Sujarwo bin Ansori (suami korban), itu berjalan lancar dan aman. Meski sempat diteriaki, ratusan warga yang ikut menonton terlihat tertib. Dalam rekontruksi yang diambil sebanyak 7 adegan, tersangka didampingi penasehat hukum, Sutrisno Husin SH dengan penyidik pembantu Aiptu Dumyati Saleh. Adengan pertama dimulai, tersangka Anton Sujarwo yang pagi itu sedang santai di dalam rumah sambil minum kopi.
Tiba-tiba di datangi korban Nurma (istrinya) yang diperankan Sukarna, masuk ke dalam rumah sambil marah-marah dan melempar perabot rumah. Adegan selanjutnya, sembari marah-marah korban langsung menerjang pinggang tersangka. Saat itu, keributan sempat dilihat oleh saksi Rusmini, tetangga korban dengan jarak 4 meter. Kemudian tersangka mengambil senjata tajam jenis pisau di dapur. Dalam kondisi emosi meledak-ledak, tersangka menikamkan pisau tersebut ke punggung korban sebanyak 3 kali.
Dihujami pisau, korban lari melalui pintu dapur dan terjatuh. Oleh tersangka, korban dikejar dan ditarik masuk ke dalam rumah. Nah, di dalam rumah tersangka kembali menikam pisau ke pinggang korban. Korban tewas kehabisan darah sebelum mendapat perawatan medis di RS RK Charitas.
Kapoltabes Palembang Kombes Pol Drs Luki Hermawan MSi melalui Kapolsek Gandus AKP Sukri A Rivai S Sos SH dan Kanitreskrim Ipda Kasmini Darda SH saat dikonfirmasikan membenarkan menegaskan bahwa rekontruksi dilakukan untuk melengkapi berkas tersangka di pengadilan. Sukri menambahkan tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 44 ayat (3) UU KDRT Jo Pasal 351 (3) dan Pasal 338 dengan ancaman 15 tahun penjara.
Diberitakan sebelumnya, pembunuhan sadis tersebut terjadi Jumat (1/5), sekitar pukul 06.30 WIB. Tersangka Anton Sujarwo (24), buruh pabrik karet PT Panca Samudera tega menghabisi istrinya dengan cara menikam pisau sebanyak 18 kali. (don)

Besi eks Pasar Plaju jadi rebutan


Plaju, Palembang Pos.
Tumpukan besi sisa pembongkaran Pasar Inpres Plaju, ternyata menarik minat warga setempat. Kemarin, puluhan warga menyerbu reruntuhan bangunan kios, yang dibongkar Pemkot Palembang Rabu (13/5) lalu. Warga yang didominasi anak-anak itu, berebut mengumpulkan besi behel yang tersisa dari puing bangunan.
Kemarin juga puluhan petugas dari Satpol PP, sekitar pukul 08.00 melakukan pembongkaran tahap kedua. Satu unit alat berat, merobohkan gedung ex Pasar Inpres Plaju.
Setelah dinding dan lantai dirobohkan, besi behel yang tertanam di dalam dinding tersebut keluar. Wargapun langsung berebut besi, dengan harapan bisa dijual. Memakai alat sederhana, seperti gergaji besi dan palu godam, mereka memotong-motong besi yang masih melekat di dinding batu.
Aksi saling dorong berebut besi, juga terjadi, sehingga sempat menimbulkan ketegangan di lokasi tersebut. Namun kondisi tersebut mencair ketika salah satu diantara mereka bersedia pindah ke bagian bangunan yang lain.
Siti, salah seorang warga Plaju mengatakan, besi-besi yang telah dikumpulkan tersebut, akan dijual ke pengumpul barang bekas. “Harganya sekitar Rp 1.500 kg. Jadilah, buat beli beras. Walaupun, sekarang susah ngumpuli. Soalnya banyak saingan,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang, Herman HS mengatakan, kegiatan kemarin merupakan lanjutan dari pembongkaran pada hari Rabu lalu.
“Pascapembongkaran, kita temukan lokasi ada yang dipasang patok-patok kayu. Kita tidak tahu siapa yang memasang. Karena itu, bangunan dirobohkan lagi supaya tidak ada lagi tempat bagi PKL untuk meletakkan lapaknya,” tukasnya. (ika)

Kelurahan 5 Ulu rawan kekurangan gizi



SU I, Palembang Pos.-
Pesatnya perkembangan Kota Palembang dalam segala bidang, ternyata masih menyisakan PR bagi pemerintah kota. Contohnya, di kawasan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, balitanya termasuk masih rawan kekurangan gizi. Kenyataan ini seiring dengan tingkat ekonomi yang rata-rata rendah, sehingga perhatian gizi balita masih kurang. Demikian terungkap saat kunjungan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumsel yang dipimpin Siti Romlah di Kelurahan 5 Ulu. Kedatangan KPAID Sumsel ini untuk menyerahkan sejumlah bantuan bagi 4 anak di Kelurahan 5 Ulu yang kekurangan gizi.
Penyerahan bantuan bertempat di Lorong Keramat RT 05/02 Kelurahan 5 Ulu Laut Kecamatan SU I, kemarin. Hadir dalam kesempatan itu, Lurah 5 Ulu, Yon Hapy, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat. Keempat balita yang menerima bantuan, Arnita berusia 2,5 tahun, dengan berat hanya 9 kilogram, Bella berusia 9 bulan dengan berat 6,3 kilogram, Suci berusia 9 bulan dengan berat 6,1 kilogram, serta Diana berusia 15 bula dengan berat 6,2 kilogram. “Kedatangan kita ini untuk menyerahkan sejumlah bantuan kepada anak-anak yang kekurangan gizi. Hal ini sebagai bentuk perhatian kita terhadap kondisi kesehatan anak-anak,’’ kata Siti Romlah.
Dilanjutkan Romlah, Pemerintah harus turun langsung dan melihat kondisi di 5 Ulu. “Ternyata ditengah Kota Palembang, masih banyak anak-anak yang kekurangan gizi. Bahkan saya mendapat informasi, ada seorang anak yang meninggal karena gizi buruk,’’ sambungnya. Kedatangan KPAID ini berdasarkan laporan LSM perempuan yang mendampingi masyarakat kurang mampu 5 Ulu, Nunik dan Ibu Komala. “Selama ini kita tidak tahu harus melapor kemana, akhirnya kita laporkan permasalahan kekurangan gizi ke KPAID Sumsel. Untuk RT 5 ini saja, data yang kita miliki pada tahun 2008 lalu ada 12 anak yang kekurangan gizi. Tahun 2009 ini ada 8 anak, 4 diantaranya positif gizi buruk, 4 sisanya dalam keadaan waspada,’’ ujarnya.
Masna, ibu balita Diana, menjelaskan anaknya pernah satu bulan dirawat di rumah sakit karena menderita gizi buruk. “Anak saya dirawat sekitar bulan Maret tadi. Saat itu kondisinya sudah kritis. Kalau sekarang kondisinya sudah lumayan sehat, padahal sejak dulu selalu diberikan susu sebagai minuman tambahan,’’ imbuhnya. Sementara Lurah 5 Ulu, Yon Hapy menjelaskan di Kelurahan 5 Ulu sudah dibentuk Posyandu Cinta Musi. “Mungkin karena kesibukan orang tuanya mecari uang, sehingga anak-anak ini kurang mendapat perhatian untuk kesehatan. Tapi yang jelas permasalah kekurangan gizi di 5 Ulu ini akan saya laporkan ke Pemkot Palembang,’’ tukasnya. (kie)

Izin prinsip KA TAA diteken SBY


*Perayaan HUT Sumsel ke 63

POM IX, Palembang Pos.-
Dalam satu tahun terakhir beragam program pembangunan sudah dijalankan di Sumsel, mulai berobat, sekolah dan bantuan hukum gratis. Selanjutnya program yang segera direalisasikan, yakni proyek pembangunan rel double track kereta api (KA) ke Tanjung Api-Api (TAA) yang izin prinsipnya sudah diteken Presiden SBY.
Demikian ditegaskan oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, dalam sambutannya pada rapat paripurna istimewa DPRD Sumsel memperingati HUT Provinsi Sumsel ke 63, kemarin. Menurut Alex, dari 15 kabupaten kota yang ada di Sumsel, sudah 8 daerah yang mengikuti program tersebut.
“Diharapkan 7 kabupaten kota lainnya segera menyusul. Mengenai sejumlah protes masyarakat terkait banyaknya jalan yang rusak, Pemprov telah mengalokasikan anggaran perbaikan jalan tersebut. Hanya saja untuk melaksanakan perbaikan harus melalui sejumlah tahap,’’ jelas Alex.
Saat ini, menurut Alex, proses tender perbaikan jalan sedang dilakukan, adapula yang baru akan ditenderkan. “Namun kami akan berusaha kedepannya semua jalan di Sumsel dalam kondisi baik. Tidak hanya itu kami juga akan berusaha agar seluruh masyarakat Sumsel tinggal ditempat yang layak baik dirumah sendiri atau masih mencicil,” kata Alex.
Agar lalulintas jalan maupun perekonomian di Sumsel kian meningkat, Alex mengatakan, segera merealisasi pembangunan Jembatan Musi III dan rel kereta api. "Alhamdulillah, saat ini izin prinsip pembangunan rel ganda dari Mura ke kawasan Tanjung Api-api sudah diteken Presiden. Tendernya akan dilaksanakan secara internasional. Sementara Jembatan Musi III, kita telah mendapatkan dana hibah dari APBN sebesar Rp 1,2 triliun" ujar Alex
Sementara itu tak seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan HUT Sumsel ke 63 dan peringatan ke-3 yang berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Sumsel kemarin, berlangsung sederhana, baik dari acara maupun pakaian yang digunakan anggota dewan. Meskipun demikian, semuanya berjalan lancar dan kental dengan nuansa kekekluargaan.
Dalam acara yang ditandai dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sumsel tersebut, hadir Ketua DPRD Sumsel Drs H Elianuddin HB, Wakil Ketua Ir H Bihaqi Sofyan MM, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf, Anggota DPD RI, Hj Asmawati, dan sejumlah penjabat penting lainnya, termasuk bupati dan wali kota se Sumsel.
Dalam sambutannya Ketua DPRD Sumsel, Drs H Zamzami Achmad menyampaikan sejarah terbentuknya Provinsi Sumsel hingga pemekaran yang membuat daerah ini memiliki 15 kabupaten dan kota. “Berkat perjuangan dan kerja keras semua pihak, saat ini Sumsel telah memiliki 15 kabupaten kota. Bila tak ada halangan, akan bertambah 2 kabupaten lagi yaitu Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Musi Rawas Utara (Muratara),” papar Zamzami.
Zamzami meminta agar peringatan HUT Sumsel ini bisa menjadi wadah untuk evaluasi dan introspeksi diri tentang apa saja yang telah diperbuat dan dicapai selama ini, selanjutnya langkah apa yang akan dilakukan kedepannya untuk kebaikan Sumsel kedepan. (del)